Belajar Linux untuk Pemula
Penulis : Mochammad Praba Wirayudha
Salam kenal saya wira disini akan berbagi sedikit ilmu tentang linux yang saya ketahui, mengutip dari lms.idn.id ada beberapa hal yang kamu pelajari. Berikut ini adalah beberapa langkah untuk mempelajari linux versi ID-Networkers (IDN.ID)
1. Introduction to Linux
Hal pertama yang perlu anda ketahui adalah Linux lebih tepat disebut sebagai kernel yang gratis dan bukan sistem operasi. LInux sendiri dikembangkan oleh Linus Torvals pada tahun 1991, Linux memiliki distribusinya sendiri yang biasa disebut atau dikenal sebagai Distro. Distribusi Linux bermacam macam contohnya mulai dari ubuntu, kali, debian xubuntu, gento, centos dan banyak lagi. Mempelajari Linux memiliki banyak keuntungan, karena linux biasa dipakai untuk pengembangan aplikasi, kebutuhan cloud computing, mobile application, dan IoT. Selain itu skillnya juga sering dicari-cari pada lowongan pekerjaan di bidang IT.
Di kesempatan kali ini saya akan menggunakan Linux Ubuntu untuk mempraktekkan beberapa langkah-langkah awal. Linux ubuntu memilki 2 tipe berbeda, yang pertama LTS (Long Term Support) yaitu jenis yang disupport update selama 5 tahun dan biasanya dirilis 2 tahun sekali contoh Linux Ubuntu 24.04 (rilis 2024) dan LInux Ubuntu 22.04 (rilis 2022). yang kedua ada Non-LTS yaitu versi normal release yang hanya disupport update selama 9 bulan, biasanya versi ini hanya untuk uji coba sebelum versi LTS dirilis
2. Installation (instalasi)
Untuk instalasi berikut minimum requirements untuk menginstall Linux Ubuntu:
- Virtualbox
- DVD Iso Ubuntu 22.04
- 2 Core Processor
- RAM 4GB or More
- 25GB Free Harddrive Space
Berikut langkah langkah yang perlu anda lakukan:
a. Unduh dan install aplikasi VIrtualBox di link berikut: https://www.virtualbox.org/
b. Unduh file Iso dari LInux Ubuntu 22.04 di link berikut: https://releases.ubuntu.com/jammy/
c. Buka VirtualBox dan buat Virtual Machine baru menggunakan file Iso dari ubuntu yang sudah kita download sebelumnya lalu konfigurasikan spesifikasinya
d. Jalankan instalasi di dalam virtual machine jangan lupa untuk install openssh server pada saat proses instalasi
e. Buatlah username dan password untuk server ubuntu dan silahkan disimpan terlebih dahulu supaya tidak lupa
f. Setelah instalasi selesai pilih tombol reboot now lalu tunggu sampai prosesnya selesai
g. Masuk menggunakan username dan password yang sudah anda buat sebelumnya
3. Basic Command
Sebelumnya perlu diketahui bahwa sistem operasi memiliki 2 tipe yang pertama adalah CLI (Command Line Interface) adalah antarmuka yang menggunakan baris perintah dalam pengoperasiannya dan GUI (Graphical User Interface) antarmuka grafis yang lebih banyak menggunakan kursor dalam pengoperasiannya
a. Basic Operation Linux
- whoami = menampilkan user yang digunakan
- who = menampilkan user yang ditampilkan
- hostnamectl = menampilkan hostname server
- date / timedatectl = menampilkan tanggal dan waktu
- clear = membersihkan layar dari kode kode sebelumnya
b. Asesmen Server
- cat /etc/os-release = menampilkan sistem operasi
- uname = menampilkan sistem operasi
- lscpu = menampilkan processor server
- free -h = menampilkan memori
- lsblk / df -h = menampilkan penyimpanan
4. File and Directory Management
a. Filesystem Hierarchi
source : ID-Networkers (IDN.ID)
Berikut ini penjelasan dari hierarki tersebut
- `/` : menduduki posisi puncak di dalam hirarki.
- `bin` : direktori ini berisi perintah dasar yang dibutuhkan oleh sistem maupun pengguna.
- `boot` : berisi program dan data yang dibutuhkan saat proses booting sistem.
- `dev` : direktori tempat file perangkat.
- `etc` : berisi file konfigurasi sistem.
- `home` : direktori untuk menyimpan data pengguna.
- `var` : untuk menyimpan informasi proses seperti riwayat sistem, access logs, dan error logs.
- `mnt` : direktori untuk mount point sementara.
- `opt` : berisi paket-paket aplikasi opsional yang diinstal pengguna.
b. File Management:
- `touch` = membuat file tanpa konten
- `echo`/`vim`/`vi`/`nano` = membuat file dengan konten
- `cat` = menampilkan isi file
- `head` = menampilkan 10 baris pertama dari sebuah file
- `tail` = menampilkan 10 baris terakhir dari sebuah file
- `rm` = menghapus file
- `cp` = menyalin file dan direktori
- `mv` = memindahkan atau merename file dan direktori
c. Directory Management:
- `cd` = masuk/keluar direktori
- `mkdir` = membuat direktori
- `rmdir` = menghapus direktori
- `ls` = menampilkan isi direktori
- `pwd` = menampilkan direktori saat ini
5. Users and Permissions
a. Manajemen User:
- Menambah user baru : `useradd` atau `adduser`
- Menghapus user : `userdel`
- Mengubah password user : `passwd`
- Memodifikasi user : `usermod`
b. Manajemen Grup:
- Membuat grup baru : `groupadd <nama_grup>`
- Menghapus grup : `groupdel <nama_grup>`
- Memodifikasi grup : `groupmod <opsi> <nama_grup>`
- Memasukkan pengguna ke dalam grup : `usermod -a -G <nama_grup> <nama_user>`
c. Memeriksa User dan Grup:
- Perintah cat /etc/group digunakan untuk melihat daftar grup
d. File dan Directory Permissions:
source : ID-Networkers (IDN.ID)
- Perintah jika anda ingin mengubah permission secara simbolik, misalnya chmod u + rwx
- Perintah untuk mengubah permission secara numerik, misalnya chmod 755
- Perintah untuk mengubah kepemilikan file/direktori, yaitu dengan chown
6. Basic Networking
Konfigurasi Dasar Jaringan (jaringan) pada Ubuntu antara lain:
a. Metode Konfigurasi Jaringan:
- `nm-cli`: Digunakan untuk distro berbasis Red Hat.
- `netplan`: Digunakan untuk Ubuntu.
b. . Manajemen Jaringan:
- `ip a`: Untuk melihat konfigurasi IP.
- `netplan`: Untuk mengubah konfigurasi IP statis.
- `ip r`: Untuk melihat gateway default.
- `resolv.conf`: Untuk mengatur DNS server.
c. Demonstrasi:
- Mengubah konfigurasi adapter jaringan pada virtual machine Ubuntu dari default menjadi mode Bridge.
- Mengubah konfigurasi IP statis pada Ubuntu menggunakan `netplan`.
- Melakukan ping ke Google untuk memastikan konektivitas.
- Menggunakan perintah `traceroute` untuk melihat rute paket menuju Google.
Bab ini memberikan pemahaman tentang cara konfigurasi jaringan dasar pada Ubuntu, mulai dari pengaturan adapter jaringan hingga verifikasi konektivitas.
7. Package Management
Pada bab kali ini kita akan membahas tentang pengelolaan perangkat lunak pada sistem komputer, termasuk proses pemasangan, pembaruan, dan penghapusan paket-paket.
Istilah Terkait Package Management:
a. APT (Advanced Package Tool):
APT (Advanced Package Tool) adalah sistem manajemen paket yang digunakan pada distribusi Linux berbasis Debian, termasuk Ubuntu. APT menyediakan antarmuka untuk mengelola perangkat lunak di sistem, termasuk proses pemasangan, pembaruan, dan penghapusan paket-paket perangkat lunak. Dengan APT, pengguna dapat mengelola berbagai paket perangkat lunak dari repository yang telah dikonfigurasi.
b. Perintah-perintah APT:
- `apt upgrade`: berfungsi untuk memperbarui paket-paket yang terinstal.
- `apt update`: berfungsi untuk memperbarui daftar paket dari repository.
- `apt install`: berfungsi untuk menginstal paket baru.
- `apt remove`: berfungsi untuk menghapus paket.
- `apt list --installed`: berfungsi untuk melihat daftar paket yang terinstal.
c. Contoh Penggunaan Perintah APT:
- Untuk memperbarui daftar paket menggunakan `apt update`.
- Untuk menginstal paket Nginx menggunakan `apt install nginx`.
- Untuk memeriksa apakah Nginx sudah terinstal menggunakan`apt list --installed | grep nginx`.
- Untuk menghapus paket Nginx dengan `apt remove nginx` atau `apt purge nginx`.
8. Remote Access
Course ini membahas cara mengakses dan mengontrol sistem atau perangkat dari jarak jauh. Beberapa poin yang dibahas adalah:
a . Metode Remote Akses:
- Terdapat berbagai metode seperti SSH, Telnet, RDP, dan VNC. Course ini fokus pada penggunaan SSH.
b. Mengaktifkan Server SSH di Ubuntu:
- Proses melibatkan instalasi paket OpenSSH server, konfigurasi file sshd, dan menjalankan layanan SSH.
c. Remote Akses Menggunakan SSH:
- Termasuk cara mengubah port default SSH dari 22 ke port lain untuk meningkatkan keamanan.
d. Login Tanpa Password Menggunakan SSH:
- Menggunakan autentikasi kunci publik. Dijelaskan cara membuat kunci publik dan private, serta menyalin kunci publik ke server Ubuntu.
Secara keseluruhan, video ini memberikan tutorial lengkap tentang cara melakukan remote akses dengan SSH pada server Ubuntu, termasuk cara mengonfigurasi keamanan dan menggunakan autentikasi kunci publik.
9. Automating Tasks dengan Cron Job:
Cron job adalah alat yang digunakan untuk menjadwalkan tugas agar dijalankan secara otomatis pada waktu atau interval tertentu di sistem operasi Linux. Ini berguna untuk melakukan tugas-tugas seperti backup data, pembersihan file, atau menjalankan script secara rutin.
Struktur Cron job meliputi:
1. Menit (0-59)
2. Jam (0-23)
3. Hari dalam bulan (1-31)
4. Bulan (1-12)
5. Hari dalam minggu (0-6, dengan 0 untuk Minggu)
Jika kesulitan dalam menghitung interval waktu, Anda bisa menggunakan situs web seperti chrontab.guru untuk membantu.
Video ini juga memberikan contoh pembuatan Cron job baru di server Ubuntu, menggunakan perintah `crontab -e`. Contoh yang diberikan adalah menjalankan script `echo 'Halo semuanya'` setiap menit.
Selain itu, video menunjukkan cara mengintegrasikan Cron job dengan proses backup menggunakan rsync. Langkah-langkahnya termasuk membuat direktori "files" dan "backup", membuat beberapa file dummy di direktori "files", dan mengatur Cron job untuk membackup file-file dari direktori "files" ke "backup" setiap menit.
Secara keseluruhan, video ini memberikan panduan rinci tentang cara menggunakan Cron job untuk mengotomatisasi tugas di Linux, baik untuk menjalankan script secara terjadwal maupun untuk melakukan backup data secara rutin.





bagus banget makasiih kakk
BalasHapusokeey kak dapat dipahami terimakasih
BalasHapusOMAYYYGATT MAS PRABA WIRAYUDHAAAAA RPL 2 12 SMKN 1 SURABAYA
BalasHapusmengerikan wir, smgt linux sampe sukses
BalasHapusBokep?
BalasHapusG ada
Hapussangat membantu sir, terima kasih!
BalasHapuskeren wir btw
Keren lu wir, gw dri akademi skizo xixixi
BalasHapus